Senin, 16 November 2015

15 alasan inilah, mengapa pecinta alam selalu tergoda untuk kembali mendaki

Mendaki gunung, yup kegiatan yang satu ini hanya bisa dirasakan dan dimengerti oleh mereka - mereka yang pernah mendaki. Medan yang terjal, cuaca yang tak ,tak membuat mereka kapok menyusuri jalan setapak demi setapak.

Kadang tak jarang berita duka tentang pendaki, tetap belum mampu merobohkan nyali mereka untuk selalu kembali dan kembali. well ada apa dengan mu  gunung ? pesona apa yang kau suguhkan ? kog banyak pendaki yang kecanduan.

Mungkin itu pertanyaan dari sekian juta yang ada diotak kalian para - para kritikus pendakian,atau pendaki yang mau memulai. Namun satu pertanyaan fenomenal, dengan banyak jawaban yang malah membuat pendaki bingung mau milih yang mana: 
Kalian jauh - jauh naik gunung. emang apasih enaknya mendaki ? udah gitu jalannya nanjak lagi, kan ujung - ujungnya capek, 

Mungkin sebagian pendaki akan menjawab seperti ini :
Jangan tanya mengapa kami mendaki, karena kami akan memberikan jawaban yang berbeda dan sulit dimengerti. Datanglah sendiri dan temukan jawabannya.

Jawaban yang paling tepat. Namun tak memberikan rasa kepuasan. Hal ini membuat saya tergugah untuk memberikan sedikit pencerahan, yang mungkin bisa membuat kamu - kamu yang bertanya bisa tidur dengan nyenyak :D

Meski sulit dimengerti , mungkin inilah alasan mereka tak bisa berhenti menginjakkan kaki mereka didataran diatas awan :

1. Untuk melihat betapa besarnya ciptaan Tuhan

Ungkapan "Subhanallah" 99% akan terlontar bagi kamu yang bisa mencapai puncak. tak terkecuali bagi mereka  yang sudah beberapa kali mendaki di tempat yang sama, selalu mengucapkan kata - kata tersebut karena mungkin mereka menemukan sudut pandang yang berbeda dari pendakian sebelumnya.

Bisa melihat aktifitas gunung yang masih aktif, lautan awan yang indah, Matahari terbit yang tak biasa kamu liat. fakta - fakta inilah mereka melihat ciptaan TUHAN yang mengagumkan, yang tak kamu jumpai di kota. Rasa syukur akan terus terlontar dibibir mereka karena Tuhan telah menunjukkan Suatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata - kata.

Diatas punca,k mereka merasa sangat kecil merasa tak punya apa - apa dibanding apa yang telah tuhan berikan karena itulah mendaki gunung bagi mereka salah satu ajang untuk mendekatkan diri dengan yang kuasa.

Sholat di gunung
Sholat, image by Dewa Arya


2. Mendaki gunung bagi mereka ajang menaklukkan diri.

Hmmm, mungkin terdengar aneh bagimu yang belum pernah mendaki. namun bagi mereka kata diatas memang  benar adanya. Mendaki gunung memang tak mudah harus punya fisik prima , persiapan matang.

Saat mereka dalam keadaan lelah, letih puncak tak sampai - sampai ditambah perbekalan yang mulai menipis dan bimbang karena tak menemukan mata air.cuma dengan tekat penuh dan pengendalian emosi agar tetap tenang lah yang bisa membuat mereka sampai ke puncak.

Yup, sensasi inilah yang membuat mereka kangen dan tertawa ketika mengenangnya. 
Saat mendaki jangan pernah berfikir untuk menaklukkan alam,ingat alam tak pernah bisa ditaklukkan. jadikanlah pendakian ajang untuk mengenal batas diri. by Phinemo.com
gunung ajang mengendealikan diri
Mendaki tentang menaklukkan diri via exploregunung.com


3. Gunung tak bisa ditebak, membuat jiwa petualang selalu terpanggil

Gunung bukanlah alam biasa , jiwa petualang pendaki pasti tau ini.Mungkin pendakian pertama mereka sangat mulus, pendakian kedua gagal karena cuaca buruk, pendakian ketiga mulus, pendakian keempat mulus lagi, pendakian kelima gagal total karena terjadi badai. Yah alam memang tak bisa ditebak.

Karena panggilan jiwa petualang pasti akan kembali lagi, baik itu gunung yang sama karena didalam hati mereka sudah ada pertanyaan "rintangan apa ya yang akan aku hadapi nanti ya ?, apakah sama seperti kemarin, atau ada suatu hal yang baru ? apakah dapet puncak lagi, ataukah gagal total lagi :-( " dan jalan satu - satunya menjawab pertanyaan itu ya kembali mendaki.

tebing gunung
Untuk sampai puncak harus melewati tebing via copipanas.com  


4.Gunung yang sama selalu menawarkan pengalaman yang beragam

Tak seperti pendidikan- pendidikan sekolah yang selalu memberikan pelajaran yang sama kepada muridnya mungkin membuat para siswanya bosan. namun gunung adalah  universitas alam raya percayalah dia tak akan pernah memberikan pengalaman yang sama mungkin inilah yang membuat mereka para pendaki selalu belajar - dan terus belajar dari gunung.

So, mungkin yang didaki gunung yang sama, tapi pengalaman disetiap titik usaha bisa berbeda. entah itu dari sisi alamnya atau dari sisi pendakinya sendiri, faktor penentunya pun beragam mulai dari cuaca, jalur yang berbeda atau mungkin interaksi sesama pendaki lain.

tantangan mendaki gunung
Image via tttp://puisicintastefa.wordpress.com

5. Karena pendakian selalu mengajarkan kesederhanaan

Jika dirumah biasanya kamu mandi dengan air satu bak sampai habis, atau mencuci montor dengan banyak air sampai - sampai menggenang seperti banjir. digunung ketika persediaan airmu hampir habis bisa ketemu dengan sumber air itu seperti ketemu jodoh ucap hipwee.com,  disitu kita belajar untuk menghargai kesederhanaan.

Ketika dirumah makan dengan makanan enak dan jarang banget bersyukur , namun digunung makanan kurang matang pun akan kamu santap. disitu kamu berucap " alhamdulliah masih ada tambahan energi "  tak pelak dari kesederhanaan ini membuat para pendaki veteran berubah sikap jadi lebih bisa menghargai kesederhanaan saat dirumah.

Makan di atas gunung
Kesederhanaan via phinemo.com

6. Kangen dengan kokompakan tim

Yup, mendaki bersama teman - teman memang sangat mengasyikkan, bersama - sama berjalan ber- iringan , bersenda gurau disela - sela istrirahat, punya satu tujuan yang sama yaitu puncak sungguh sangat mengasikkan untuk mereka.

Selain itu, karena mereka sadar perkembangan jaman sekarang sudah berubah, untuk berkomunikasi sekarang tak harus menatap wajah, tak harus bertemu secara fisik. tinggal buka facebook, bbm dan sosmet lainnya tinggal ketikkan " apa kabar ?" dan menekan tombol kirim, hal ini sungguh sangat membosankan bagi mereka. jika sekarang bertemu sangat sulit, kalaupun hangout bareng pasti sibuk dengan smartphone masing -masing. miris itulah yang mereka rasakan sehingga mendakilah obatnya. karena mendaki mengajarkan kekompakan, tak ada smartphone tak ada sosmet sehingga jalan satu - satunya komunikasi secara langsung, komunikasi secara langsung akan menciptakan kekompakan tim.

Kekompakan mendaki
kekompakan tim via fokusbisnis.com

7. Pendaki sejati tak memetik edelweiss

Edelweiss, bunga cantik nan mempesona ,selalu menyihir semua mata yang melihatnya, bunga yang selalu menggoda pendaki untuk selalu kembali, yup alasan inilah salah satu kenapa mereka selalu kembali.

 Mereka sadar edelweiss bukanlah bunga komersil yang bisa dibawa pulang se-enaknya, sadar tak ingin edelweiss cuma mitos untuk anak cucu,sadar karena tempatnya bukan dikota melainkan dataran tinggi.

sangat miris ketika ada pecinta alam memberikan hadiah untuk sang pacar sambil berkata : 
Edelweiss merupakan simbol cinta abadi, tak mudah mendapatkan bunga ini ,cinta sejati hanya bisa didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang besar.
Inilah kisah pecinta alam yang tak lagi mencintai alam . Dia tak tau, Edelweis lah pelopor tumbuhan muda di tanah vulkanis, mungkin tak ada edelweis tak ada hutan  tak ada pendaki.
tak ada cerita ini.

BACA JUGA : URUNGKAN SAJA NIATMU MENDAKI KALO MASIH MELAKUKAN KEBIASAAN INI

Edelweis gunung merbabu
Save edelweis via copipanas.com
 


8. Gunung mengajarkan jalan sukses tak semulun cerita sinetron

Tak asing ditelinga kalian kan kata - kata ini ?

Berakit - rakit kehulu, berenang - renang ketepian | bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian.
Ya pribahasa yang tepat untuk sebuah pendakian, Mereka yang selalu kembali, sadar kehidupan kota telah berubah, senetron - senetron hanya mengajarkan kita menjadi penghayal ulung

proses menuju puncak pasti melewati berbagai rintangan entah itu cuaca tak bersahabat, jalan yang licin atau bahkan berkelok - kelok hmmm sejenak perfikirlah bukakah itu semua mengajarkan kita bahwa setiap kesuksesan yang ingin kita dapat harus melalui rintangan yang berat ?
 

9. Karena setiap usaha adalah kemenangan

Perjalanan mendaki bukanlah perjalanan biasa, setiap jengkal, langkah kaki merupan kemenangan, tak seperti disekolah untuk sekedar lulus ujian kamu bisa dengan menyontek atau belajar kebut semalam. Sayangnya alam tak menyediakan jalan instant.

setiap jengkal langkah kaki akan mereka  syukuri dengan penuh kemenangan tak ada langkah yang tak berarti, setiap langkah kecil  punya peran mengantarkan mereka ke puncak. di tambah lagi harus mengalahkan ego, semangat yang memudar itulah kemenangan sejati.


10. Berangkat sendirian pulang bawa pasukan

Magis Gunung tak hanya terletak pada puncaknya atau pada sang primadona edelweisnya saja namun Gunung dapat menyatukan pendaki. Karena apa yang mereka berikan kepada sesama akan membuat semangat yang mulai memudar kembali pulih. Jadi jangan heran berangkat sendirian Pulang bawa pasukan.

pulang
yang terpenting pulang dengan selamat via exploregunung.com


11. Mereka percaya, jodohku mungkin di jalur pendakian :D

Siapa sih yang tak suka ketemu jodoh yang se-hobi ? tak terkecuali mereka. magis gunung tak hanya bisa bawa pulang pasukan saja namun juga jodoh :D

Kondisi alam yang tak membuat begitu nyaman sebenarnya ada untungnya juga :D salah satunya komunikasi antar anggota harus tetap terjaga. komunikasi akan menciptakan rasa nyaman dan salaing menjaga  faktor " X" inilah memperbesar tumbuhnya benih - benih cinta antar pendaki lawan jenis. bukan sesama jenis 

Kata pepatah " witing tresno jalaran soko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa bersama " memang benar adanya.

jodohku dipendakian
Jodohku di pendakian :p via merdeka.com


12. Karena mereka suka pendakian

Mungkin tak ada alasan lain selain mereka memang suka mendaki. Jiwa mereka  sudah menyatu dengan alam. Kaki akan terasa gatal jika gak mendaki.
Lakukan hal yang kamu suka selagi itu tidak merugikan orang lain

13. Puncak dapat menjernihkan pikiran

Rutinitas dikantor, banyak tugas kampus memang membuat mereka ataupun kamu perlu penyegaran otak, nah salah satunya yaitu mendaki. pemandangan dipuncak memamng sanggup menyihir siapapun yang melihatnya.

Batas cakrawala mempertemukan bumi dan langit menyajikan keindahan panorama yang membuat kita seolah - olah terlupa oleh beban yang ada. sehingga mendaki juga ajang refreshing.

Jangan lupa bahagia
Jangan lupa bahagia via http://www.mutiaky.blogspot.com


14. Mereka sedang mempersiapkan cerita untuk anak cucu.

Mereka memilih gunung karena selalu ada cerita disetiap pendakian. berikut saya kutip dari phinemo.com salah satu pengalaman mendaki.

diartkel tersebut penulis mengalami serangan babi saat melakukan pendakian di gunung sinduro. semua logistik yang mereka bawa ludes dibawa babi hutan.hha pengalaman yang menyebalkan bukan ? namun cukup asik untuk diceritakan pada anak cucu

Jangan lupa tulis dikomentar ya kalo kalian punya kejadian menarik saat mendaki hhe :D


merenung
Merenung via nationalgeographic.co.id 

15. Karena gunung itu ada

Kalo gak ada gunung mana bisa mendaki ?  mana bisa menuhin foto di instagram :D


Nah, jadi begitu sob, kira - kira alasan pendaki kenapa selalu melangkahkan kaki mereka ke puncak , so sekarang kamu bisa tidur nyenyakkan ? :D ,

Berikut salah satu alasan pendaki dari grub facebook Pendaki indonesia 
Alasanku, karena tempat favoritku ada digunung, yaitu Hutan,aku sebenarnya aku gak suka gunung tapi suka sama hutannya( Muhammad Reza Purnama)
 Kalau suka tulisan ini jangan lupa dibagikan ya :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar