Senin, 30 November 2015

Taman Bunga Amaryllis rusak parah, Siapa yang harus Disalahkan ?

Hay, sobat sudah cek instagram, facebook atau twitter belum ? Pasti kalian menemukan berita tentang bunga amaryllis yang sedang tenar minggu ini, mulai dari dimana lokasi yang bikin penasaran, sampai yang terbaru bunga taman tersebut rusak parah.

Bagaimana tidak penasaran, bunga ini mirip taman - taman yang ada di eropa tepat Belanda. Keberadaannya yang langka dan mungkin hanya ditemui cuma satu - satunya di indonesia membuat para pemburu selfie berbondong - bondonga datang untuk sekedar selfie atau melihat saja.

sayang bak artis dadakan seperti briptu norman, keadaan taman ini juga sama. Sama sama cuma bertahan beberapa saat saja, ya mau gimana lagi sekarang cuma terlihat tangkai bunga layu, terlihat gak menarik lagi.


Nah, Mungkin sobat - sobat bertanya - tanya,
Banyak banget yang ngejudge setiap kali ada berita tentang perusakan ataupun hal - hal yang berbau negatif, sebenarnya perlu gak sih kita ngelakuin itu ? siapa yang harus disalahkan ?

Sebelum masuk ke pembahasan siapa yang harus disalahkan, yuk mari kita kenal karakteristik sang objectnya sendiri , bunga amaryllis termasuk dalam suku bakung yang hanya mekar pada bulan november.

Dilihat dari karakteristik struktur batangnya bunga ini sangat rapuh jika ada sentuhan - sentuhan kasar, Apalagi injakan pengunjung jadi sangat di mungkinkan rusak jika pengunjungnya cukup banyak.

Nah, darisini saya akan sedikit mengulas beberapa hal tetang kejadian ini, layaknya siapa yang harus disalah kan ? kita mulai dari pemiliknya ya :D

kondisi terkini taman bunga amaryllis jogja
kondisi terkini taman bunga amaryllis jogja


1. Dari sisi pemilik

Pernyataan ini saya kutip dari regional.kompas.com "Sejak hari rabu, mendadak pekarangan rumah saya dipenuhi oleh orang - orang yang sengaja berhenti untuk sekedar berfoto, saya sendiri kaget banyak orang yang mampir kesini"

dari pernyataan tersebut : dapat kita simpulkan bahwa pemilik  bunga ini tidak berniat untuk mendatangkan pengunjung yang banyak, sehingga bunga ditaman begitu saja tampa ada penataan.

Dengan luas taman yang tak terlalu luas berbanding terbalik dengan pengunjung yang banyak serta tidak ada penataan yang sesuai, pantas saja bunga ini rusak terinjak - injak.

Nah, jadi jangan sepenuhnya salahkan pengunjung yang datang ya sobat. coba sobat lihat foto ini.

amaryllis sebelum rusak
amaryllis sebelum rusak

Sekilas taman terlihat sangat rapat, pada gambar tersebut pemilik masih menyediakan jalan pemisak antar blok - blok bunga tapi coba perhatikan, kira -  kira bisa dilalui untuk 2 orang bersimpangan tidak ?

apalagi kalo pengunjung banyak, sifat orang beda - beda ada yang mau ngalah ada yang tidak. Jadi sangat wajar jika taman tersebut rusak terinjak injak oleh pengunjung yang antusias.

saya kutip lagi dari travel.kompas.com " pemilik juga tidak menyalahkan pengunjung karena pada awalnya taman bunga yang dia buat tidak dipersiapkan untuk banyak pegunjung ".

Saran aja buat pemilik kebun, supaya jadi pembelajaran sehingga tahun, bunga yang tumbuh ditata dengan baik supaya hal ini tidak terjadi lagi.

2. Dari sisi pengunjung

Kalo yang satu ini saya setuju dengan kalian bahwa pengunjung yang labil patut disalahkan. Memang untuk mendapatkan foto yang bagus terkadang kita lupa akan peraturan yang ada.

Banyak sekali komentar - komentar emosi dari teman - teman facebook saya, mungkin juga kalian.

hey kalian yang merasa menginjak amarylis ini coba renungkan ini:

Banyangkan sang pemilik menanam bunga tersebut berbulan - bulan mulai dari menggemburkan lahan, menaman ubi bunga tersebut, menjaganya di musim kemarau.

Menyiraminya, menjaga agar tetap hidup dimusim kemarau sampai kamu menemukannya untuk selfie. apakah si pemilik taman tidak memerlukan biaya besar dalam perawatannya ?

okelah kalian membayar ( tapikan seikhlasnya) emang bisa menggantikan bunga yang rusak ?

Bunga amarylis saat mekar juga melanjutkan proses reproduksinya, bunga yang kamu lihat cantik itu sebenarnya untuk menarik perhatian serangga supaya mau hinggap dan menyebarkan benang sari dan putik supaya bisa bertemu.

Lah kalo bunganya aja rusak parah gitu, apa seranngga emang mau hinggap ? tentu saja tidak.Berarti kamu sudah memupuskan harapan si bunga untuk melanjutkan keturunannya dan juga memutuskan rezeki si pemilik bunga karena bibit yang dia dapat cuma sedikit.

Tolong sebarkan artikel ini ke orang - orang yang menginjak - injak supaya dia sadar. telah merusak alam dan rezeki pemilik taman.

3. Acara My trip my adventure

berikut saya kutip dari WowKeren.com Pada acara " My Trip My Adventure " pada 17 october juga melakukan kunjungan ke taman ini. Mungkin lewat acara inilah banyak pengunjung yang penasaran dan tertarik untuk melihat secara langsung.

Banyak netizen yang menyalahkan acara ini karena pasti ada anak - anak gaul yang akan merusak alam, yah memang benar terjadi. Jika tidak ada acara ini mungkin cuma masyarakat sekitaran wonsari saja yang tahu.

Sebenarnya ada etika yang harus di taati oleh jurnalistik lingkungan, bahwa tidak boleh menyebutkan lokasi secara spesifik apalagi jika tempat yang dikunjungi tersebut memiliki nilai kelangkaan atau harus dijaga.

Hal ini dilakukan supaya masyarakat mengetahui lokasi tersebut secara personal bukan jamak. Dan mengurangi resiko tenpat tersebut hancur karena terlalu banyak pengunjung.

Saran Untuk acara " My trip my adventure" supaya tidak terlalu over expose suatu tempat. apalagi acara inilah yang mempelopori tumbuhnya generasi - generasi pecinta alam. Baik itu yang memang cinta alam maupun pecinta alam ikut - ikutan seperti kasus diatas.

Sekian dulu ya pembahasan dari saya, jika ada kesalahan penulisan atau kurang setuju saya minta maaf

Tolong sebarkan artikel ini supaya sampai kepada pihak - pihak yang terkait.

#salamLesatari

1 komentar: